Indonesia Traveller : Purwokerto Kota Sejuk dan Nyaman

Indonesia Traveller : Purwokerto Kota Sejuk dan Nyaman

Travel In Purwokerto

Hallo Indonesia traveller semua dalam kesempatan aku akan berbagi pengalaman liburanku dikota purwokerto selama 3 hari, oke aku mulai kisahnya ya guys.

Suatu kali aku pernah pergi ke suatu daerah yang cukup indah namanya, selain sejuk tempat tersebut memiliki dataran gunung yang dapat disinggahi. Disana, aku memang bertujuan berlibur. Selain terdapat tanggal merah yang tepat, sudah lama aku tidak menyempatkan liburan kali ini.

Ya Purwokerto, kota yang berada di daerah Jawa Tengah tersebut merupakan tempat tujuanku waktu itu. Selain memang ingin berlibur menggunakan kereta api kenangan akan tempat Wisata Batu Raden membuatku ingin kembali kesana.

Agung Priambodo to Purwokerto

Waktu itu aku menunggangi kereta kamandaka, berbeda saat aku pergi ke jakarta, kali ini aku akan berjalan di siang hari sehingga aku dapat melihat begitu banyak pemandangan di luaran sana. Rasa rinduku cukup terbalas, walaupun belum semua. Aku berangkat sekitar pukul 11 dengan 5 jam perjalan.

Tak terasa aku sudah berada di pemberhentian terakhri yang mengharuskanku untuk turun, karena memang disitulah tujuanku. Setelah keluar stasiun ada seorang petugas dari hotel yang menyambangiku. Dia sambil menghampiriku “Benar Dengan Bapak Steve”, sontak aku sedikit kaget dan sekaligus menjawab pertanyaanya “benar pak, dari hotel lalala ya?”. Karena sudah kupastikan petugas tersebut menjemputku aku bergegas menata barang bawaanku di mobil berwarna putih dengan plat Kota Purwokerto tersebut.

Kurang lebih 20 menit aku ngobrol bersama driver tersebut, sembari menikmati pemanjangan jalan kota Purwokerto. Aku merupakan tipe orang yang memang ingin mengerti seluk beluk kota tersebut, yang tujuannya untuk mengetahui kemana saja tujuanku di kota tersebut. Sesampainya di hotel aku disambut dengan senyum manis oleh penerima tamu di area depan sebelum memasuki lift. Ternyata aku mendapat kamar di lantai 5, dengan segera setelah di berikan kunci kamar oleh seorang wanita yang memiliki senyum manis dan name tag Lusi, aku menuju kamar menggunakan lift yang sudah disediakan.

Agung Priambodo Travel To Purwokerto

Didalam kamar “apakah perlu aku critain?” hahahha, nggak ngapa-ngapain ya, seperti orang yang baru masuk kamar hotel dan ingin segera merabahkan badan, hal tersebutlah yang aku lakukan saat masuk kekamar hotel pertama kalinya. Malam pun mulai menjelang dan perut menandakan gejolak yang cukup kuat untuk meminta mangsanya. Aku menuju lift yang pastinya akan mencari penakhluk perut yang sudah mulai memberontak ini.

Malam itu aku memutuskan untuk mengisi perutku di warung di daerah sekitaran hotel, karena kondisi saat itu turun hujan yang cukup deras aku memutuskan untuk memesan layanan penjemputan secara online. Untuk malam ini aku makan di “Lombok Ijo”, warung makan penyetan yang menawarkan sambal hijau sebagai menu utamanya.

Setelah menentukan tempat duduk, aku dihampiri oleh waiters yang menawarkan beberapa menu sekaligus mencatat pesananku. Karena tubuhku cukup menggigil aku memesan satu potong ayam goreng bagian dada serta sambel lombok ijo yang tak boleh ketinggalan tentunya, selang beberapa menit aku mulai terpikir kalau sop buntut di warung ini juga enak. Jadi aku memutuskan memanggil waiters tadi dan segera memesan 1 mangkuk sop buntut dan 1 teh tawar hangat untuk menemani ayam goreng tadi.

Travel Blogger Agung Priambodo di hotel Purwokerto
Akan ku lanjutkan cerita indahku Indonesia Traveller , setelah pemesanan menu makan malam hari pertamaku disana. Sedikit kembali kebelakang aku berlibur di purwokerto selama 3 hari dimulai dari hari jumat ini. Kulanjutkan lagi ya kawan, setelah kurang cukup lama kurang lebih 20 menit. Para waiters mulai mengantarkan pesananku mulai dari minuman, camilan hingga makanan utama yang aku pesan tadi.

Kesan pertama makanan yang datang, aku langsung saja tergoda oleh aroma dari sop buntut pesananku tadi. Dengan sedikit asap karena memang disajikan selagi panas, potongan wortel, kentang serta daging yang ada didalam mangkok tersebut langsung menggugah sanubari dalam perutku. Belum lagi tambahan atoma dari daun bawang dan baeang goreng yang seringkali menyeruak masuk kedalam hidung. Dalam hatiku berkata “Bagaimana kalau aku pesan satu porsi lagi? Toh penjualnya tidak keberatan sama sekali”.

Setelah mengambil nasi aku langsung menyendok sop yang berada tepat didepanku. Meskipun ada lauk lain seperti ayam dan ikan ditambah lagi tempe goreng, aku sama sekali tak meliriknya waktu itu. Pikiranku hanya tertuju oleh suapan demi suapan dari dalam mangkok sop buntut tadi. Ku coba sendokan pertama, kedua ditambah nasi dan seterusnya, menambah geliat menggembirakan di dalam lidahku. Tak terasa lidahku bergeliat menikmati tanpa penolakan yang berarti.

Travel Blogger , games Reviewer, gamers, games blogger, kuliner blogger