Para Pecinta Kuliner : Nasi Goreng Sapi Padmanaba Yogyakarta

Para Pecinta Kuliner : Nasi Goreng Sapi Padmanaba Yogyakarta

Para Pecinta Kuliner : Nasi Goreng Padmanaba yogyakarta

Bagi para pecinta kuliner khususnya daerah jogjakarta, mendengar nama “nasi goreng sapi Padmanaba” pastinya sudah tidak asing lagi bagi mereka. Aku sendiri baru pertama kali datang dan makan malam disana, waktu itu aku datang pukul 07.00 PM, kesan pertama yang aku rasakan adalah takjub. Benar saja dari antusiasme pembeli yang begitu hebat dan rela duduk sambil menunggu di emperan trotoar dekat warung tersebut. Aku sendiri tidak dapat membayangkan bila hari itu turun hujan pastinya akan sangat kacau bila makan disana.

For lovers of culinary especially jogjakarta area, hearing the name “Padmanaba beef fried rice” must have been familiar to them. I myself was the first time to come and eat dinner there, that time I came at 07.00 PM, the first impression I felt was amazed. It is true of the enthusiasm of the buyer is so great and willing to sit while waiting on the sidewalk pavement near the shop. I myself can not imagine if it was a rainy day it would be very messy to eat there.

Para Pecinta Kuliner : Nasi Goreng Padmanaba yogyakarta

Karena keadaan yang begitu penuh dan sesak hingga membuatku memutar arah hingga 2 kali untuk mendapatkan sebuah parkir disana. Nasi goreng ini terdapat di pinggiran jalan di dekatsekolah tertua di yogyakarta yaitu SMA N 3 Yogyakarta, yang dulunya bernama “Padmanaba” dan dinamakanlah nasi goreng sapi Padmanaba. Saat kalian sampai di warung nasi goreng tersebut, kalian akan disajikan pemandangan banyak para penikmat kuliner yang rela antri dan menunggu di pinggiran trotoar. Meskipun pemilik warung sudah menyediakan meja dan kursi bagi para pengunjung dengan jubelan pengunjung yang begitu banyak rasanya kursi dan meja yang sudah disediakan kurang untuk menampung mereka.

Because the situation is so full and crowded that it makes me rotate the direction up to 2 times to get a parking there. This fried rice is on the side of the road near the oldest school in Yogyakarta, SMA N 3 Yogyakarta, formerly named “Padmanaba” and named Padmanaba beef fried rice. When you get to the fried rice stall, you will be presented to many culinary lovers who are willing to queue and wait on the sidewalk. Although the owners of the stalls already provide tables and chairs for visitors with visitors jubelan that so much it seems that chairs and tables that have been provided less to accommodate them.

Para Pecinta Kuliner : Nasi Goreng Padmanaba yogyakarta

Pemiliki warung sendiri membutuhkan lebih dari 5 orang asisten untuk menanggulangi para pengunjung, bagaimana para pecinta kuliner sudah dapat membayangkan bukan?. Nasi gorengnya memang sengaja dibuat dalam jumlah yang sekaligus besar sehingga memudahkan penjual untuk memberikan anti lapar dengan cepat terhadap para pengunjung. Rasa yang khas serta potongan daging dan telur mata sapi yang menjadi dalam satu porsi nasi goreng membuat semua nikmat menjadi satu dalam mulut. Ditambah lagi potongan “acar” dan “emping” sebagai pengganti krupuk menemani kalian para penikmat kuliner.

Own stall owners need more than 5 people assistant to cope with the visitors, how culinary lovers can already imagine is not it ?. Nasi gorengnya deliberately made in the amount of a large at the same time making it easier for sellers to provide anti-hungry quickly against the visitors. Typical flavors and cuts of beef and beef eggs that serve as a serving of fried rice make all the favors one in the mouth. Plus pieces of “pickle” and “emping” as a substitute krupuk accompany you culinary lovers.

Nasi goreng padmanaba sendiri tidak memiliki aturan baku kepedasan seperti nasi goreng pada umumnya, karena seperti yang sudah aku terangkan diatas nasi goreng ini dimasak dalam satu waktu sehingga bisa saja masakan pertama dan kedua memiliki rasa atau tingkat kepedasan yang berbeda. Meskipun bergitu perbedaan rasanya tidak terlalu signifikan sehingga bisa dibilang memiliki rasa yang mantap pokoknya. Ada 2 pilihan nasi goreng disana yaitu porsi biasa dan jumbo yang pastinya perbedaanya dalam segi kuantitas nasinya ya.

Fried rice padmanaba itself does not have the standard rules of spiciness like fried rice in general, because as I’ve explained above cooked fried rice in one time so it could be first and second cuisine has a taste or different levels of spiciness. Although the difference is not so significant that it can be said to have a solid sense of anyway. There are 2 choices of fried rice there is the usual portions and jumbo which certainly difference in terms of the quantity of rice yes.

Para Pecinta Kuliner : Nasi Goreng Padmanaba yogyakarta

Untuk urusan harga para pecinta kuliner tak perlu khawatir, karena untuk porsi biasa harganya 14rb rupiah dan untuk ukuran jumbo yaitu 15rb rupiah, untuk minuman harganya kisaran antara 2rb rupiah. Bagaimana murah bukan? dengan uang 15rb rupiah kita sudah dapat memanjakan perut yang mulai keroncongan ini. Bagi kalian yang ingin berwisata ke daerah Yogyakarta nasi goreng sapi padmanaba bisa dijadikan salah satu referensi tempat makan yang murah dan asik. Oh ya satu lagi nih para pecinta kuliner, bila beruntung ada pengamen atau iringan paduan suara mahasiswa yang akan menemani kalian saat menyantap makan, pastinya keren ya para pecinta kuliner?. Oke tunggu cerita keseruanku selanjutnya saat menikmati kuliner di Indonesia.

For business prices culinary connoisseurs need not worry, because for the usual portion of the price 14rb rupiah and for the size of jumbo is 15rb rupiah, for drinks the price range between 2rb rupiah. How cheap is not it? with money 15rb rupiah we can already pamper the stomach began this keroncongan. For those of you who want to travel to the area of ​​Yogyakarta fried rice padmanaba can be used as one of the reference places to eat cheap and cool. Oh yes one more ya culinary lovers, if lucky there is a singer or accompaniment choir students who will accompany you while eating a meal, certainly cool ya culinary lovers ?. Okay wait my next excitement story while enjoying the culinary in Indonesia.

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *