Review Game Rising Force : Awal Mula Pertemuanku Dengan Luasnya Dunia

 

Review Game Rising Force : Awal Mula Pertemuanku Dengan Luasnya Dunia

Bagi para pecinta games tidak asing rasanya mengenal istilah game RPG (Role Playing Game) yang memiliki arti game yang membuatnya pemainnya menjadi sebuah tokoh didalam game dan memiliki peran untuk keberlangsungan game itu sendiri yang biasa digunakan game yang alur ceritanya panjang atau game petualangan. Aku sendiri cukup lekat dengan game saat menginjak kelas SMP (Sekolah Menengah Pertama).

Sebenarnya saat itu aku sudah mengenal game rising force ini, akan tetapi karena aku suka dengan game yang bergenre FPS (First Person Shooter) yang memiliki latar belangkang tembak-tembakan seperti Counter Strike, Call Of Dutty dan Battlefield. Padahal kesan pertamaku terhadap game rising force ini cukup buruk, karena selain aku bingung untuk mencari sebuah map hingga kebosanan karena harus menaikan sebuah level sedikit demi sedikit tanpa bantuan siapapun.

Aku sendiri kembali ke dalam game Rising Force ini sejak aku berada di bangku kuliah semester tengah hingga akhir dan disinilah cerita ini dimulai. Awalnya aku bermain hanya sebagai hiburan semata karena suka dengan karakter seperti robot gundam yang memiliki banyak armor dan senjata yang mengkilap. Di server aquila di Rising Force server Indonesia aku mulai bertemu dengan teman-teman dari Jakarta, Surabaya bahkan ada juga yang sekota denganku yaitu Semarang. Sampai disini ceritaku hanya sebagai penikmat game, yang suka dan hobi dengan cerita karakter serta game play yang ada didalam game tersebut.

Disitu aku mulai banyak teman, dari teman game yang hanya bertemu secara online hingga teman-teman di dalam warnet yang memiliki ikatan yang kuat, rasanya seperti keluarga kedua bagiku. Setelah menginjak semester 6 aku masih melakukan aktifitas bermain game seperti biasanya hingga adek angkatan dibawahku membuat sebuah server private game Rising Force untuk dimainkan bersama. Dalam benakku waktu itu aku belum terfikir untuk menjaul barang berupa item atau mata uang bangsa yang ada didalamnya atau hanya sekedar mempromosikannya. Tetapi di akhir server ini ada aku sempat mengajak temanku untuk memulai bisnis yang serius dengna perdagangan item di game, tetapi apa daya karena keterbatasan modal dan resources akhirnya server tersebut tutup.

Awal 2015 aku berkenalan dengan seorang teman dari game Rising Force yang bernama Okta, kala itu kami hanya saling bertegur sapa karena kami satu alliance. Dari situ aku mulai mengerti seluk beluk Rising Force selain dari temanku Arwan. Aku hanya tadinya hanya sebagai penikmat game mulai berubah menjadi yang menggeluti serius celah bisnis yang dapat dimanfaatkan bersama. Banyak item yang aku jual, mata uang bangsa hingga apapun yang dapat dijadikan uang didalam game tersebut. Didalam game juga ada mata uang yang dapat diperjual belikan tetapi harganya pasti lebih murah di bandingkan dengan uang rupiah asli. Dahulu sekitar 2 – 3jam aku bisa menghasilkan mata uang dalam game sebesar 30jt yang dapat dijual ke rupiah dengan harga 30rb rupiah, padahal kami bertiga bisa bermain dari pagi jam 8 pagi hingga jam 5 sore setiap harinya bisa dibayangkan bukan pendapatan yang cukup serius dari game ini.

Pendapatan tersebut hanya pendapatan saat mendapatkan mata uang bangsa, bila beruntung kami bertiga terkadang bisa mendapatkan sebuah item yang harganya cukup mahal hingga mahal sekitar 250.000 rupiah hingga jutaan. Hasil tersebut biasanya akan dibagi kepada semua teman didalam kelompok. Okta merupakan salah satu orang berjasa didalam perjalanan hidupku, yang mengajarkan sebuah pertemanan, persahabatan hingga bisnis yang ada di dalam game. Bahkan pendapatan diatas dapat membayar uang kuliahku selama setahun dan menanggung biaya hidupku, karena waktu itu aku sudah tidak di jatah lagi oleh orang tuaku bukan bermaksut pamer akan tetapi itulah kenyataannya.

Dulu kami memiliki mimpi yaitu mendirikan sebuah pabrik uang virtual didalam game yang akan menghasilkan mata uang bangsa yang dapat di jual ke semua gamers, sehingga kami sudah tidak melakukan kegiatan tersebut dan bersifat mengawasi. Akan tetapi rencana itu belum terwujud saat itu. Mungkin pesan yang tepat dari perjalananku tadi yaitu bersungguh-sungguhlah dengan apa yang kamu kerjakan, maka semua pintu dan semua ruang alam semesta akan terbuka lebar untukmu yang secara otomatis akan memperbesar pintu rejekimu terbuka.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *