Posts

Travelling Pemalang : Pantai Widuri, Cocok Untuk Berfoto Dan Berwisata Kekinian

 

Travelling Pemalang : Pantai Widuri, Cocok Untuk Berfoto Dan Berwisata Kekinian

Hallo traveller, bagaimana liburan kalian minggu ini? apakah sudah dipersiapkan atau menunggu untuk mudikl bersama keluarganya saat liburan idul fitri nanti?. Pastinya untuk melakukan travelling yang membutuhkan waktu lebih atau hanya sekedar pergi ke area yang berdekatan dengan tempat tinggal mempersiapkan perlengkapan bahkan menetapkan jadwal merupakan salah satu hal yang perlu di pastikan bukan.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi cerita berwisata saya di daerah pemalang tepatnya yang saya beri judul Travelling Pemalang : Pantai Widuri, Cocok Untuk Berfoto Dan Berwisata Kekinian. Bagi anak muda berwisata ke sebuah tempat wisata tanpa melakukan pengambilan gambar merupakan hal yang kurang komplit rasanya. Apalagi bila banyak spot-spot bagus untuk melakukan selfie atau melakukan sesi foto bersama keluarga maupun pasangan, pastinya akan ada rasa kurang sempurna dalam travelling tersebut.


Travelling di Pemalang tepatnya di Pantai Widuri yang berada di Desa Widuri, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Karena terletak di desa Widuri maka pantai tersebut dinamakan pantai Widuri akan tetapi masyarakat sekitar lebih mengenal dengan sebutan tlincing. Dahulu kala ada sebuah legenda yang mengkisahkan tentang seorang wanita yang canti jelita yang tinggal di desa tersebut, Nyi Widuri julukannya. Konon jika kalian berada di ibukota Kabupaten Pemang atau tepatnya di alun-alun kota cobalah untuk menghadap ke arah utara, maka akan seperti terlihat jalan lurus dari depan kabupaten hingga ke pantai Widuri. Menurut cerita jalan tersebut dibuat oleh seorang Patih yang sakti yang selalu menjawab sampun dalam bahasa jawa yang artinya sudah dilakukan.

Pantai Widuri sendiri merupakan salah satu objek andalan Pemalang. Selain pemandangan laut yang dekat dan tidak begitu berombak didaerah pantai tersebut juga terdapat wahana wisata yang disediakan. Selain itu ada banyak pepohonan yang cukup untuk para traveller melepas penat sehingga tidak kepanasan karena terkena sengatan cahaya matahari. Selain itu di banyak tempat juga menyewakan alas tikar serta minuman yang dapat disewa maupun dipesan oleh para pelancong. Tetapi meskipun cukup indah kendala seperti sampah tetap menjadi salah satu pemandangan kurang menyenangkan disana.


Bagi kalian yang berlibur bersama anak-anak pastinya akan senang bila berkunjung ke pantai widuri, karena selain bisa bermain air sambil membangun istana pasir anak-anak yang suka dengan layang-layang juga dapat menerbangkannya disana. Sedikit saran dari saya bila ingin berkunjung kesana lebih baik pagi hari atau sore hari sehingga cuaca masih terasa sejuk dan tidak terlalu panas oleh sengatan cahaya matahari. Tetapi meskipun banyak sekali keindahan di pantai widuri tersebut, kendala seperti sampah tetap menjadi salah satu pemandangan kurang menyenangkan disana.

Masukan bagi para traveller ataupun masyarakat sekitar pantai tersebut, lebih baik kiranya bila membersihkan sampah atau mengumpulkan sampah yang kalian bawa atau hasilkan saat liburan tersebut. Jadilah traveller yang cerdas dan menjaga apapun yang kita miliki, kunjungi dan banggakan nantinya supaya kedepannya semua orang juga akan menikmati dengan kegembiraan seperti yang apa yang kalian rasakan sekaran.

 


Travelling Kendal : Pemandian Air Panas Nglimut Desa Gonoharjo

Travelling Kendal : Pemandian Air Panas Nglimut Desa Gonoharjo

Bagi pecinta travelling di Indonesia, menyambangi ke sebuah tempat wisata yang menyajikan pemandangan alam nan sejuk ditambah lagi dengan tempat yang menyajikan pemandian atau wisata air pastinya menjadi suatu hal yang sangat diminati. Bahkan bagi sebagian orang tempat wisata bermodel seperti itu merupakan salah satu tempat wisata yang wajib ada di list liburan mereka.

Setelah pada postingan saya sebelumnya mengungkap dan menginformasikan tentang tempat pembuatan yang kurpuk di daerah Kendal, maka pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sedikit ulasan mengenai tempat wisata yang berada di kabupaten kendal di daerah Boja tepatnya. Daerah Boja sendiri merupakan salah satu daerah dengan dataran tinggi yang pastinya memiliki suhu udara yang pas bagi para wisatawan untuk sekedar berjalan-jalan maupun memutuskan untuk menyewa penginapan.

Untuk menuju Desa Gonoharjo sendiri banyak jalan yang dapat di lalui, dapat dilalui melalui daerah Ungaran, Gunung Pati, Semarang atau daerah Kendal itu sendiri. Saya sendiri saat itu lewat dari daerah Semarang kota. Kala itu saya mengendarai motor untuk sekalian menikmati pemandangan alam di daerah sekitar sebelum tempat wisata. Perjalanan dari semarang yang cukup macet membuat lama perjalanan semakin meningkat sekitar 1,5 – 2 jam, tapi bila indonesia traveller akan menggunakan mobil saya sarankan untuk pergi kesana pada pagi hari atau malam hari bila dari daerah Semarang kota.

Karena saya waktu itu saya bergerak malam hari dan melanjutkan dengan menginap maka saya mengendarai motor dengan tidak begitu kencang karena memang saya beriringan dengan beberapa rombongan. Suasana dan hawa sejuk akan mulai menyeruak saat melewati daerah Cangkiran hingga sampai desa Gonoharjo. Selain pemandian air panas wisata yang dikenal sebagai nglimut menawarkan vila-vila yang dapat disewa para pelancong.

Selain itu pemandangan yang indah karena masih banyak pohon dan hutan didaerah tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri wisatawan yang berkunjung kesana. Untuk biaya masuk sendiri cukup murah tidak sampai 10rb rupiah per orang dan pengunjung dapat menikmati pemandian air hangat dan disajikan pemandangan alam sambil berendam. Bila Indonesia traveller lapar kalian juga dapat memesan makanan di kantin yang disediakan atau dapat juga memesan makanan di pondok pemancingan, bisa juga membeli makanan diluar area pemandian yang banyak berjajar seperti bakso, gorengan bahkan mie goreng.

Biasanya selain tempat wisata daerah tersebut juga digunakan untuk melakukan kemah banyak sekolah dari daerah dekat Gonoharjo. Tetapi sayangnya tingkat kehangatan air di pemandian air panas tersebut berkurang drastis, bahkan rasa hangat yang biasanya sangat kental dan uap yang ada kini tidak begitu terasa. Entah karena apa ciri khas itu hilang, 3 tahun lalu saat saya berlibur disana air tersebut hangat bahkan panas saat malam hari. Karena di malam hari selain jarang orang yang berendam, aliran air waktu itu sangat kencang dan membuat air di dalam kolam sangat penuh dan selalu berganti dengan yang baru.

Meskipun ada sedikit hal yang hilang, tetapi bagi saya pribadi menikmati pemandangan sekaligus berendam merupakan suatau kenikmatan yang memang tak tergantikan. Tak heran banyak wisatawan yang menyempatkan pergi ke tempat wisata seperti ini di daerah mereka. Oke tunggu cerita keseruanku selanjutnya saat menikmati kuliner di Indonesia Semoga ulasan diatas bermanfaat bagi para pecinta travelling di Indonesia .

 

Travelling Purwokerto : Perjalan Pulang Dari Baturaden Dan Suasana CFD Purwokerto

Travelling Purwokerto : Baturaden, Wisata Jajaran Perbukitan dan Air Terjun

 

Hallo Indonesia Traveller , aku ingin melanjutkan ceritaku saat meWisata Baturaden Purwokertolakukan travelling ke kota Purwokerto. Setelah 2 hari yang menyenangkan berada di kota nyaman, aman dan sejuk itu. Tiba saatnya berada di pengujung hari yang mengharuskan saya kembali ke kota asal yaitu Semarang untuk melanjutkan aktifitas setelah beberapa hari meregangkan otot tubuh ini.

Ini merupakan hari terakhirku di kota Purwokerto pada kesempatan liburan kali ini. Tapi setelah di hari kedua yang menyenangkan kemarin dan sudah berkunjung ke tempat wisata yang merupakan khas kota tersebut, rasanya puas sekali bisa meregangkan otos sambil berkenalan dengan suasana pegunungan nan asri. Sedikit kembali ke hari yang kedua, jadi setelah saya berada di wisata “Baturaden” sekitar pukul 03.00 Pm daerah setempat aku memutuskan untuk pulang karena selain badan mulai terasa cukup lelah aku ingin sekali istirahat untuk menggali stamina yang cukup terkuras banyak tadi.

Saat itu aku memutuskan untuk mencari angkutan online, akan tetapi karena memang cukup jauh dari pusat kota aku mulai menerima kenyataan bahwa di daerah wisata tidak ada angkutan online yang beredar. Setelah sejenak berfikir dan melihat sekitar akan seru juga rasanya bila aku menumpangi angkutan umum yang dikotaku biasanya disebut angkot. Setelah sedikit turun mencari angkota yang akan berangkat aku memutuskan untuk naik bersama beberapa rombongan orang lain yang juga mencari angkutan tersebut.

Awalnya aku bingung dan akan diturunkan di tempat parkir bus wisata. Tetapi setelah supir tahu bahwa kami semua akan menuju pusat kota akhirnya kami di bawa sampai daerah pusat kota. Bahkan aku diantar sampai depan hotel :D. Jadi dengan menumpangi angkot tadi sekitar 30 menit kami membayar sebesar 10rb rupiah/orang, bila dihitung memang cukup mahal di bandingkan transportasi online. Akan tetapi setelah kami pikir cukup murah untuk merasakan sensai perjalanan yang dilihat sepanjang perjalanan, oh ya aku sendiri duduk tepat di pintu angkot tersebut sehingga membuatku dapat melihat pemandangan sepanjang perjalanan pulang.

Oke setelah aku sampai di hotel aku tidak segan untuk segera mandi dan segera mencicipi empuknya kasur yang ada di kamarku. Aku cepatkan sedikit ya Indonesia Traveller , jadi minggu pagi itu sebenarnya aku ingin menikmati kolam renang yang dimiliki oleh hotel tersebut. Tetapi karena banyak anak kecil yang berada disana akhirnya aku memutuskan untuk berjalan-jalan di CFD (Car Free Day) di daerah depan hotelku ternyata. Setelah mengambil dompet dikamar aku mulai berjalan menyusuri jalanan tersebut, berjajar penjual yang menjajakan apapun yang kalian butuhkan. Mulai dari buah-buahan, telur gulung yang hits, makanan berat hingga pakaian untuk pria maupun wanita.

Tetapi karena ini merupakan hari terakhir dan yang pasti merupakan hari yang pendek karena aku harus menata seluruh bawaan yang ada aku hanya menjelajahi jalanan tersebut selama 1 jam saja. Setelah itu aku kembali ke hotel untuk bersiap untuk melakukan check out.

 

 

 

Travelling Purwokerto : Baturaden, Wisata Jajaran Perbukitan dan Air Terjun

Travelling Purwokerto : Baturaden, Wisata Jajaran Perbukitan dan Air Terjun

Wisata Baturaden Purwokerto

Setelah Sebelumnya aku berkunjung ke tempat wisata yaitu “Small World” di daerah Puwokerto, Aku melanjutkan wisataku ke daerah yang cukup tinggi dan menjadi andalan wisata kota ini yaitu “Baturaden”. Baturade yang berada di sebelah selatan Gunung Slamet memiliki hawa dan udara yang sejuk karena memang berada di salah satu dataran tinggi di daerah Purwokerto.

Sebelum melanjutkan ceritaku tentang Baturaden, bagaimana kalau kita mengingat sedikit sejarah tentang Baturaden?. Menurut legenda dan dogeng yang berkembang di kalangan masyarakat dahulu kala ada seorang anak laki-laki raja yang dalam bahasa jawa disebut raden yang mencintai seorang pembantunya yang dalam bahasa jawa di sebut batur. Namun karena perbedaan kasta yang masih sangat kental waktu itu, kedua orang tua mereka tidak merestui adanya hubungan tersebut. Sehingga mereka memutuskan untuk berjanji suci dan melakukan bunuh diri di daerah yang diberi nama Baturaden tersebut.

Wisata Baturaden Purwokerto

Bagaimana seperti kisah romeo and juliet ya guys bila di luar negeri. Oke lanjut lagi nih indonesia traveller, karena berada cukup jauh dari kota Purwokerto maka bila kalian ingin berkunjung ke Baturaden maka dapat menggunakan angkutan umum maupun transportasi online yang sudah tersedia di kota Purwokerto. Perjalanan dari pusat kota Purwokerto menuju daerah Baturaden kurang lebih 15-25 menit, tergantung dari tingkat kemacetannya juga ya guys. Untuk biaya sendiri bila menggunakan transportasi online dengan mobil kurang lebih biayanya sekitar 30-40 ribu rupiah dan bila menggunakan transportasi umum setiap orang membayar biaya sebesar 5 – 10 ribu rupiah sekali jalan. Tapi untuk transportasi umum kalian harus berada di jalur yang tepat agar dapat mendapatkan angkutan ya guys.

Wisata Baturaden Purwokerto

Jadi setelah sampai di parkiran batu raden terdapat banyak wisatawan lokal yang berkunjung kesana, karena memang waktu aku berwisata ke Purwokerto merupakan salah satu libur panjang. Setelah membeli karcis seharga 15 ribu rupiah, aku melanjutkan perjalanan untuk bersantai sambil menikmati udara sejuk serta pemandangan yang menyegarkan mata. Maklum karena cukup penat melihat pemandangan kemacetan di perkotaan 😀 . Berbeda sekali dengan 10 tahun yang lalu waktu aku pertama kali mengunjungi tempat wisata tersebut, sudah banyak pembangunan sehingga memudahkan akses dan terlihat lebih rapi dibandingkan dahulu.

Aku memilih tempat bersantai di bawah pohon dengan menyewa alas tikar seharga 5 ribu rupiah saja. Di sekeliling tempatku berteduh banyak penjaja makanan seperti gorengan, pecel, jagung bakar, sosis bakar dan tak lupa yang wajib dicoba yaitu sate kelinci. Setelah menyantap sate kelinci dan ber istirahat sejenak mulai mendekat mendekati sungai dibawah air terjun, meskipun aku tidak bisa berendam karena lupa membawa baju ganti tapi aku tetap senang dengan cipratan-cipratan air yang sedikit menerpaku.

WIsata Baturaden Purwokerto

 

Para Pecinta Kuliner : Nasi Goreng Sapi Padmanaba Yogyakarta

Para Pecinta Kuliner : Nasi Goreng Sapi Padmanaba Yogyakarta

Para Pecinta Kuliner : Nasi Goreng Padmanaba yogyakarta

Bagi para pecinta kuliner khususnya daerah jogjakarta, mendengar nama “nasi goreng sapi Padmanaba” pastinya sudah tidak asing lagi bagi mereka. Aku sendiri baru pertama kali datang dan makan malam disana, waktu itu aku datang pukul 07.00 PM, kesan pertama yang aku rasakan adalah takjub. Benar saja dari antusiasme pembeli yang begitu hebat dan rela duduk sambil menunggu di emperan trotoar dekat warung tersebut. Aku sendiri tidak dapat membayangkan bila hari itu turun hujan pastinya akan sangat kacau bila makan disana.

For lovers of culinary especially jogjakarta area, hearing the name “Padmanaba beef fried rice” must have been familiar to them. I myself was the first time to come and eat dinner there, that time I came at 07.00 PM, the first impression I felt was amazed. It is true of the enthusiasm of the buyer is so great and willing to sit while waiting on the sidewalk pavement near the shop. I myself can not imagine if it was a rainy day it would be very messy to eat there.

Para Pecinta Kuliner : Nasi Goreng Padmanaba yogyakarta

Karena keadaan yang begitu penuh dan sesak hingga membuatku memutar arah hingga 2 kali untuk mendapatkan sebuah parkir disana. Nasi goreng ini terdapat di pinggiran jalan di dekatsekolah tertua di yogyakarta yaitu SMA N 3 Yogyakarta, yang dulunya bernama “Padmanaba” dan dinamakanlah nasi goreng sapi Padmanaba. Saat kalian sampai di warung nasi goreng tersebut, kalian akan disajikan pemandangan banyak para penikmat kuliner yang rela antri dan menunggu di pinggiran trotoar. Meskipun pemilik warung sudah menyediakan meja dan kursi bagi para pengunjung dengan jubelan pengunjung yang begitu banyak rasanya kursi dan meja yang sudah disediakan kurang untuk menampung mereka.

Because the situation is so full and crowded that it makes me rotate the direction up to 2 times to get a parking there. This fried rice is on the side of the road near the oldest school in Yogyakarta, SMA N 3 Yogyakarta, formerly named “Padmanaba” and named Padmanaba beef fried rice. When you get to the fried rice stall, you will be presented to many culinary lovers who are willing to queue and wait on the sidewalk. Although the owners of the stalls already provide tables and chairs for visitors with visitors jubelan that so much it seems that chairs and tables that have been provided less to accommodate them.

Para Pecinta Kuliner : Nasi Goreng Padmanaba yogyakarta

Pemiliki warung sendiri membutuhkan lebih dari 5 orang asisten untuk menanggulangi para pengunjung, bagaimana para pecinta kuliner sudah dapat membayangkan bukan?. Nasi gorengnya memang sengaja dibuat dalam jumlah yang sekaligus besar sehingga memudahkan penjual untuk memberikan anti lapar dengan cepat terhadap para pengunjung. Rasa yang khas serta potongan daging dan telur mata sapi yang menjadi dalam satu porsi nasi goreng membuat semua nikmat menjadi satu dalam mulut. Ditambah lagi potongan “acar” dan “emping” sebagai pengganti krupuk menemani kalian para penikmat kuliner.

Own stall owners need more than 5 people assistant to cope with the visitors, how culinary lovers can already imagine is not it ?. Nasi gorengnya deliberately made in the amount of a large at the same time making it easier for sellers to provide anti-hungry quickly against the visitors. Typical flavors and cuts of beef and beef eggs that serve as a serving of fried rice make all the favors one in the mouth. Plus pieces of “pickle” and “emping” as a substitute krupuk accompany you culinary lovers.

Nasi goreng padmanaba sendiri tidak memiliki aturan baku kepedasan seperti nasi goreng pada umumnya, karena seperti yang sudah aku terangkan diatas nasi goreng ini dimasak dalam satu waktu sehingga bisa saja masakan pertama dan kedua memiliki rasa atau tingkat kepedasan yang berbeda. Meskipun bergitu perbedaan rasanya tidak terlalu signifikan sehingga bisa dibilang memiliki rasa yang mantap pokoknya. Ada 2 pilihan nasi goreng disana yaitu porsi biasa dan jumbo yang pastinya perbedaanya dalam segi kuantitas nasinya ya.

Fried rice padmanaba itself does not have the standard rules of spiciness like fried rice in general, because as I’ve explained above cooked fried rice in one time so it could be first and second cuisine has a taste or different levels of spiciness. Although the difference is not so significant that it can be said to have a solid sense of anyway. There are 2 choices of fried rice there is the usual portions and jumbo which certainly difference in terms of the quantity of rice yes.

Para Pecinta Kuliner : Nasi Goreng Padmanaba yogyakarta

Untuk urusan harga para pecinta kuliner tak perlu khawatir, karena untuk porsi biasa harganya 14rb rupiah dan untuk ukuran jumbo yaitu 15rb rupiah, untuk minuman harganya kisaran antara 2rb rupiah. Bagaimana murah bukan? dengan uang 15rb rupiah kita sudah dapat memanjakan perut yang mulai keroncongan ini. Bagi kalian yang ingin berwisata ke daerah Yogyakarta nasi goreng sapi padmanaba bisa dijadikan salah satu referensi tempat makan yang murah dan asik. Oh ya satu lagi nih para pecinta kuliner, bila beruntung ada pengamen atau iringan paduan suara mahasiswa yang akan menemani kalian saat menyantap makan, pastinya keren ya para pecinta kuliner?. Oke tunggu cerita keseruanku selanjutnya saat menikmati kuliner di Indonesia.

For business prices culinary connoisseurs need not worry, because for the usual portion of the price 14rb rupiah and for the size of jumbo is 15rb rupiah, for drinks the price range between 2rb rupiah. How cheap is not it? with money 15rb rupiah we can already pamper the stomach began this keroncongan. For those of you who want to travel to the area of ​​Yogyakarta fried rice padmanaba can be used as one of the reference places to eat cheap and cool. Oh yes one more ya culinary lovers, if lucky there is a singer or accompaniment choir students who will accompany you while eating a meal, certainly cool ya culinary lovers ?. Okay wait my next excitement story while enjoying the culinary in Indonesia.

Indonesia Traveller : Small World Wisata Menyenangkan Di Kota Purwokerto

Indonesia Traveller : Small World Wisata Menyenangkan Di Kota Purwokerto

 

HaIndonesia Traveller Small World Purwokertollo Indonesia Traveller, di hari kedua ini aku sebenarnya memiliki jadwal yang padat, mulai dari wisata ke tempat yang menjadi khas daerah ini hingga mengunjungi rumah saudaraku yang berada di kota ini. Setelah membersihkan tubuh dan mulai bersiap untuk berangkat aku sarapan dahulu di dekat loby hotel. Mengingat tempat yang akan ku kunjungi banyak aku tidak berlama-lama sarapan dan segera memesan angkutan online yang sudah ada di kota Purwokerto ini. Setelah mendapatkan angkutan aku mulai dengan ketempat wisata pertama yaitu “Small World”. Di tempat wisata tersebut terdapat miniatur bangunan yang menjadi “landmark” di setiap kota di dunia. Perjalanan menuju “Small World” tersebut kurang lebih 30 menit dari hotelku. Meskipun sebenarnya ada banyak wisata di Purwokerto, aku sengaja mengunjungi tempat wisata tersebut. Karena selain baru aku ingin melihat apakah replikanya itu cukup bagus atau hanya pemandangannya saja yang bagus. Selain itu aku juga mendapatkan rekomendasi dari driver gocar yang aku tumpangi tadi dengan menyarankanku kesana.Indonesia Traveller Small World Purwokerto

Setelah sampai di tempat wisata tadi aku langsung membeli tiket di loket yang sudah di sediakan dekat parkir mobil. Untuk harga 1 tiket waktu itu 20rb rupaih setiap orangnya. Setelah disambut gang buatan dan dicap dibagian tangan oleh petugas sebagai tanda bahwa aku resmi menjadi pengunjung “Small World” di depanku langsung terpapar hamparan tanah luas semacam taman yang dikelilingi oleh pemandangan deretan bukit serta pegunungan yang tentunya membuat siapapun berdecak kagum.

Meskipun waktu itu long weekend, akan tetapi tempat wisata tersebut tidak terlalu penuh sesak oleh pengunjung. Mungkin karena baru dan masih dalam masa promo. Yang paling membuatku suka ditempat tersebut sebenarnya bukan karena miniatur-miniaturnya yang membuatku suka, akan tetapi taman yang indah dengan banyak tumbuhan hijau serta pemandangan sekitarnya yang memang menyilaukan mata. Aku kurang begitu tertarik dengna miniaturnya karena selain pembuatannya yang kurang bagus, bahan yang digunakan oleh si pembuat hanya bermodaIndonesia Traveller Small Worldl kayu dan seng tipis yang mengakibatkan banyak miniatur yang keropos termakan oleh hujan dan panas.

Selain taman bungan yang elok dan cukup banyak, untuk anak-anak juga disediakan wahana untuk bermain seperti persewaan go kart. Sekitar 1 jam aku menikmati pemandangan dan wisata disana, karena hari sudah mulai siang dan di “Small World” hawa panas mulai menyeruak. Setelah istirahat sejenak sambil menikmati minuman dingin di warung dekat parkir mobil, aku segera melanjutkan perjalanan wisataku ke tempat wisata utama yang menjadi ciri khas Purwokerto yaitu Batu Raden Indonesia Traveller.

Indonesia Traveller Hotel Purwokerto

Indonesia Traveller :Purwokerto, Pagiku Disambut oleh Gunung Di Kota Itu

Indonesia Traveller :Purwokerto, Pagiku Disambut oleh Gunung Di Kota Itu

Indonesia Traveller Purwokerto hari ke 2Oke Indonesia Traveller, aku lanjutkan ceritaku di kota Purwokerto kemarin. Setelah selesai makan malam di rumah makan tersebut aku memutuskan untuk kembali ke hotel di bilangan pusat kota tersebut. Selain hujan yang memang lumayan deras sehingga membuat aku tidak dapat berjalan menyusuri jalanan malam kota Purwokerto, jam juga telah menunjukan pukul 22.00 WIB yang membuat rumah makan tersebut hampir tutup. Sedikit bercerita tentang rumah makan “Lombok Ijo” yang aku singgahi sangat berbeda suasananya dengan di daerah semarang. Selain suasana makanan yang disajikan disini terasa lebih enak dibandingkan di daerah Semarang. Jadi bila di Semarang suasana rumah makan tersebut sangat riuh dan ramai sekali pengunjung hingga berjubel, di Purwokerto sendiri pengunjungnya juga cukup ramai akan tetapi tidak penuh sesak dan pelayanannya cukup ramah serta menyenangkan.Indonesia Traveller Kamar Hotel Purwokerto

Setelah menuju kekasir untuk memenuhi kewajiban dengan segera aku langsung memesan angkutan untuk pulang. Serasa sedikit susah karena selain hujan juga sudah larut malam. Kala itu aku memilih angkutan online yang dapat dengan mudah dipesan melalui genggaman tangan. Setelah memesan dan melanjutkan perjalanan untuk pulang ke hotel aku melihat jalanan di kota ini saat malam dan hujan, memang ternyata nyaman untuk steemian traveller berkunjung sendiri, bersama pasangan, keluarga maupun teman.

10-20 menit kurang lebih aku sudah sampai di hotel dimana tempatku menginap. Dengan segera aku menuju lift dan masuk kekamar karena ingin membugarkan badan karena siang tadi telah melakukan perjalanan 5 jam menggunakan kereta yang cukup membuat tubuh terasa capek. Setelah mengambil pakaian tidurku, aku segera memasuki kamar mandi yang cukup nyaman. Dalam pikiranku aku akan mandi dan segera tidur agar esok pagi bisa memiliki tenaga ekstra untuk mengelilingi kota Purwokerto ini.

Namun ekpektasi saya akan tidur dengan pulas sirna sudah, entah mengapa setelah mandi kedua mata ini terbuka lebar dan taIndonesia Traveller Gunung Purwokertok tertarik sedikitpun memejam. Dengan terpaksa aku menemani kedua mata ini untuk menuju kantuknya, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari mata ini mulai menunjukan gelagat yang aku bayangkan. Benar, sebentar berselang setelah mematikan ponsel aku dengan sangat mudah memejamkan kedua mataku. Tapi entah tepat pukul berapa aku tertidur dan memasuki alam mimpi indahku.

Indonesia Traveller pagi itu sekitar pukul 05.30 WIB aku terperanjat dari tidurku, selain ingin melakukan aktifitas pagi di kamar mandi aku juga ingin melihat suasana pagi serta pemandangan pagi di luar hotel ini. Benar saja setelah beberapa menit di kamar mandi aku takjub dengan pemandangan dari kaca jendela hotel yang aku sisihkan. Segera tanpa pikir panjang aku mengambil ponsel yang berada di meja dekat tempat tidurku dan memotret beberapa pemandangan di pagi itu.

Indonesia Traveller : Purwokerto Kota Sejuk dan Nyaman

Indonesia Traveller : Purwokerto Kota Sejuk dan Nyaman

Travel In Purwokerto

Hallo Indonesia traveller semua dalam kesempatan aku akan berbagi pengalaman liburanku dikota purwokerto selama 3 hari, oke aku mulai kisahnya ya guys.

Suatu kali aku pernah pergi ke suatu daerah yang cukup indah namanya, selain sejuk tempat tersebut memiliki dataran gunung yang dapat disinggahi. Disana, aku memang bertujuan berlibur. Selain terdapat tanggal merah yang tepat, sudah lama aku tidak menyempatkan liburan kali ini.

Ya Purwokerto, kota yang berada di daerah Jawa Tengah tersebut merupakan tempat tujuanku waktu itu. Selain memang ingin berlibur menggunakan kereta api kenangan akan tempat Wisata Batu Raden membuatku ingin kembali kesana.

Agung Priambodo to Purwokerto

Waktu itu aku menunggangi kereta kamandaka, berbeda saat aku pergi ke jakarta, kali ini aku akan berjalan di siang hari sehingga aku dapat melihat begitu banyak pemandangan di luaran sana. Rasa rinduku cukup terbalas, walaupun belum semua. Aku berangkat sekitar pukul 11 dengan 5 jam perjalan.

Tak terasa aku sudah berada di pemberhentian terakhri yang mengharuskanku untuk turun, karena memang disitulah tujuanku. Setelah keluar stasiun ada seorang petugas dari hotel yang menyambangiku. Dia sambil menghampiriku “Benar Dengan Bapak Steve”, sontak aku sedikit kaget dan sekaligus menjawab pertanyaanya “benar pak, dari hotel lalala ya?”. Karena sudah kupastikan petugas tersebut menjemputku aku bergegas menata barang bawaanku di mobil berwarna putih dengan plat Kota Purwokerto tersebut.

Kurang lebih 20 menit aku ngobrol bersama driver tersebut, sembari menikmati pemanjangan jalan kota Purwokerto. Aku merupakan tipe orang yang memang ingin mengerti seluk beluk kota tersebut, yang tujuannya untuk mengetahui kemana saja tujuanku di kota tersebut. Sesampainya di hotel aku disambut dengan senyum manis oleh penerima tamu di area depan sebelum memasuki lift. Ternyata aku mendapat kamar di lantai 5, dengan segera setelah di berikan kunci kamar oleh seorang wanita yang memiliki senyum manis dan name tag Lusi, aku menuju kamar menggunakan lift yang sudah disediakan.

Agung Priambodo Travel To Purwokerto

Didalam kamar “apakah perlu aku critain?” hahahha, nggak ngapa-ngapain ya, seperti orang yang baru masuk kamar hotel dan ingin segera merabahkan badan, hal tersebutlah yang aku lakukan saat masuk kekamar hotel pertama kalinya. Malam pun mulai menjelang dan perut menandakan gejolak yang cukup kuat untuk meminta mangsanya. Aku menuju lift yang pastinya akan mencari penakhluk perut yang sudah mulai memberontak ini.

Malam itu aku memutuskan untuk mengisi perutku di warung di daerah sekitaran hotel, karena kondisi saat itu turun hujan yang cukup deras aku memutuskan untuk memesan layanan penjemputan secara online. Untuk malam ini aku makan di “Lombok Ijo”, warung makan penyetan yang menawarkan sambal hijau sebagai menu utamanya.

Setelah menentukan tempat duduk, aku dihampiri oleh waiters yang menawarkan beberapa menu sekaligus mencatat pesananku. Karena tubuhku cukup menggigil aku memesan satu potong ayam goreng bagian dada serta sambel lombok ijo yang tak boleh ketinggalan tentunya, selang beberapa menit aku mulai terpikir kalau sop buntut di warung ini juga enak. Jadi aku memutuskan memanggil waiters tadi dan segera memesan 1 mangkuk sop buntut dan 1 teh tawar hangat untuk menemani ayam goreng tadi.

Travel Blogger Agung Priambodo di hotel Purwokerto
Akan ku lanjutkan cerita indahku Indonesia Traveller , setelah pemesanan menu makan malam hari pertamaku disana. Sedikit kembali kebelakang aku berlibur di purwokerto selama 3 hari dimulai dari hari jumat ini. Kulanjutkan lagi ya kawan, setelah kurang cukup lama kurang lebih 20 menit. Para waiters mulai mengantarkan pesananku mulai dari minuman, camilan hingga makanan utama yang aku pesan tadi.

Kesan pertama makanan yang datang, aku langsung saja tergoda oleh aroma dari sop buntut pesananku tadi. Dengan sedikit asap karena memang disajikan selagi panas, potongan wortel, kentang serta daging yang ada didalam mangkok tersebut langsung menggugah sanubari dalam perutku. Belum lagi tambahan atoma dari daun bawang dan baeang goreng yang seringkali menyeruak masuk kedalam hidung. Dalam hatiku berkata “Bagaimana kalau aku pesan satu porsi lagi? Toh penjualnya tidak keberatan sama sekali”.

Setelah mengambil nasi aku langsung menyendok sop yang berada tepat didepanku. Meskipun ada lauk lain seperti ayam dan ikan ditambah lagi tempe goreng, aku sama sekali tak meliriknya waktu itu. Pikiranku hanya tertuju oleh suapan demi suapan dari dalam mangkok sop buntut tadi. Ku coba sendokan pertama, kedua ditambah nasi dan seterusnya, menambah geliat menggembirakan di dalam lidahku. Tak terasa lidahku bergeliat menikmati tanpa penolakan yang berarti.

Travel Blogger , games Reviewer, gamers, games blogger, kuliner blogger